(function() { var a=window;function e(b){this.t={};this.tick=function(c,h,d){d=d?d:(new Date).getTime();this.t[c]=[d,h]};this.tick("start",null,b)}var f=new e;a.jstiming={Timer:e,load:f};try{a.jstiming.pt=a.gtbExternal&&a.gtbExternal.pageT()||a.external&&a.external.pageT}catch(g){};a.tickAboveFold=function(b){b=b;var c=0;if(b.offsetParent){do c+=b.offsetTop;while(b=b.offsetParent)}b=c;b<=750&&a.jstiming.load.tick("aft")};var i=false;function j(){if(!i){i=true;a.jstiming.load.tick("firstScrollTime")}}a.addEventListener?a.addEventListener("scroll",j,false):a.attachEvent("onscroll",j); })();
Minggu, 21 Desember 2008
kalo guru dan siswa ngeblog bareng
aku salut dengan sikap pemerintah yang lagi sibuk-sibuknya ngurus pendidikan di Indonesia. apalagi dengan dimasukannya ICT (information and Communication Technology) ke sekolah, khususnya internet. kata mereka si, biar mereka lebih maju.

tapi ada sedikit yang mengganjal di pikiranku.begini..
di salah satu kebijakan yang dibuat pemerintah, tercantum kalo internet tu dipake di sekolah untuk digunain sebagai media informasi biar siswa dan gurunya dapat tambahan sumber pengetahuan di sana. intinya, program internetisasi sekolah dalam konteks untuk siswanya, biar mereka bisa memanfaatkan internet buat dukung kegiatan belajar mereka.
tapi dalam pelaksanaannya di lapangan, sekolah jadi makin lupa diri dengan tujuan utama tadi. mereka beramai-ramai buat menginternetkan sekolahnya, misalnya dengan membuat website. nah, dari sini, sampe sejauh mana pemanfaatan internet buat siswa itu sendiri?
sementara di dalam kelas, siswa yang mendapat pelajaran ICT pun, justru dicekoki materi tentang cara buat website. jelas banget ini bertentangan dengan tujuan utama. inget, mereka kan cuma suruh pake, bukan buat mengembangkan aplikasi internet. kalo sekolah itu adalah sekolah kejuruan, tak ada masalah. kalo hal ini ditemuin di sekolah umum?
lebih konyol lagi, yang katanya sekolah-sekolah tu pada buat website, entah maksudnya apa malah menambah fasilitas CHAT di websitenya. sepertinya ga perlu dey buat nge-link website tu, tapi setidaknya aku berharap, yang buat website pun tau apa maksud ada fasilitas tersebut.

=======

nah, kurang lebih tu abstraksi dari karya tulis ku yang terbaru. itu baru latar belakangnya. dan pembahasan dari solusi tersebut adalah gimana caranya mengoptimalkan peran internet buat sekolah.
kali ini, aku si saran buat pake blog. aku berharap, dengan karya tulis ini, bisa nambah wawasan ke komunitas pendidikan, kalo internet bukan cuma buat website n chat, tapi bisa dioptimalin buat ningkatin kemampuan siswanya dalam berinternet, juga buat ndukung kegiatan belajar mereka. ini juga berlaku buat gurunya.

jadi, andai saja guru dan siswanya mau sama-sama nge-blog, pasti bisa pinter bareng-bareng. ya pinter sekolahnya, ya pinter nge-netnya juga. setuju??

Label: , ,

posted by nissa dwi at 04:13 | Permalink | 3 comments
Sabtu, 20 Desember 2008
aaa
tess dorr
posted by nissa dwi at 00:47 | Permalink | 0 comments
Rabu, 10 Desember 2008
wahai generasi penyelinap, buktikan merahmu!!
Syapa yang suka mudik pake kereta (dalam hal ini adalah kereta klas ekonomi) pasti tau suasana dari mulai dari ngantri tiket, ngrebut tempat duduk sampe nunggu perjalanan mpe stasiun tujuan.

Kali ini aku punya cerita tentang dua orang cowo, sebut aja si A dan B. Settingnya ada di tempat pengantrian loket karcis KA.

Ceritanya,waktu aku datang ke stasiun, antrian loket karcis udah panjang. Terpaksa banget aku ngangtri di ujung belakang. Padahal udah mentok mpe luar garis ruang loket, sampe panas-panasan gitu (waktu itu sekitar jam 12). Nah, kutungguin tu antrian. Ga pernah aku ngliat diriku sesabar ini.hummm,,,

Pas udah deket ama loket, tiba-tiba dari arah jam 9 datang 2 orang cowo, si A dan B itu Mereka memperlambat lajunya dan berdiri di sebelahku. Aku si maen cuek aja awalnya. Tapi lama-lama tu berdua makin mepet aja ke aku, pikirku Cuma dua, kalo ga mu ngambil barang (alias nyopet) ya mu menyelinap di antrian. Daripada ku berburuk sangka, mending kutanya tu salah satu cowo, si A itu. “mas..mas….mu beli tiket ya? “ dia jawab, “ oh, ga tuh mba…”.

Nah lo, dijawab gitu aku agak mrinding dikit. Tapi tu orang nyadar mungkin ya, sampe akhirnya agak menjauh. Ga taunya malah menjauh dan lebih maju ke depan. Aku perhatiin terus tu orang (daripada bengong pas ngantri). Eh, malah kayaknya beneran jawabannya Cuma satu, mu menyelinap. Kya….dari situ aku dah mole dongkol.

Setelah lama nunggu, akhirnya tinggal 3 antrian lagi aku bisa dapet tiket. Tiba-tiba si A itu, nyodorin duit ke petugas loketnya. Karena mungkin si petugas itu ngliat si A ini ga ikut ngantri, makanya petugas tu bilang dengan nada tinggi “mas, mas tadi ga ngantri tiket ya? Ngantri dulu mas, kasian ma yang lain!! Masnya tadi lum ngantri kan?”

Dengan oon-nya dan sangat jujur si A jawab, “enggak!!” (glodak!!). terang aja si petugas ga mu nglayanin. Dan si petugas pun sibuk lagi dengan karcisnya.

Tiba-tiba si A itu ga kapok lagi nyodorin duwit ke petugas. Kali ini nadanya lebih tinggi lagi si petugas tu nanya, “mas udah ngantri belum???” si A jawab, “udah tadi..”

Kya…….

Tu orang persis di depanku. Rasanya pengin mukul aja tu orang. Bukan karena dia nyerobot antrian, tapi karena dia tu ga punya malu sebagai cowo. Ga mau ngrasa susah seperti yang lain, yang ikut berpanas-panasan buat ngantri. Padahal, antriannya waktu itu banyakan cewe.

Oya, gimana dengan kabar si B? setelah berusaha buat nyelinap di sana-sini dengan muka pura-pura nyari sesuatu, (Wkakakkak…lucu juga aslinya!!!) hhmmm…rupa-rupanya dia berhasil menyelinap di belakangku. Selamat dah!!

Ga ada yang bisa kukomentari lagi selain, “cape deh!!!”.

Dari yang hal sepele gitu aja udah maen “nyuri”. Gimana dengan hal yang lebih serius lagi?? aku si Cuma pengin pesen kepada generasi penyelinap seperti mereka. “hey man, buktikan merahmu!!!!”

Label:

posted by nissa dwi at 23:42 | Permalink | 2 comments
nulis about TIK lagi

Semua ini berawal dari ngajarin ibuku tentang materi adopsi “Teknologi Informasi dan Komunikasi di dunia pendidikan”. Waktu itu beliau lagi nyelesein kuliah S1. Kebetulan aku kuliah di jurusan yang juga bahas tentang begitu. Jadi tak begitu susah buatku. Malah, asyik dan bikin penasaran..

Dari rasa itulah, aku ga sekedar nerangin blablabla. Buku-buku materi punya ibuku tentang materi itu aku makan habis-habisan. Hanya untuk tau tentang seberapa jauh TIK sudah akan dipakai di Indonesia untuk pendidikan. Tak cukup dengan buku, aku lari ke internet. Searching….

Yups, dengan bantuan mbah google, semua jadi makin nyata n mengerti tentang geliat pemerintah dalam usaha majuin pendidikan di Indonesia. Ya meski sebenernya kalo mau dibilang ketinggalan si iya, tapi apa salahnya. Tak ada kata terlambat bukan??

Lalu, saking senengnya dengan bahasan itu, aku bikin karya tulisnya. Waktu itu aku ajukan untuk ikut lomba karya tulis tingkat Fasilkom di Univ-ku. Judulnya “Pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi Sebagai media pembelajaran di sekolah”. Isinya tentang sejauh mana TIK telah diadopsi sebagai media untuk menyampaikan materi di sekolah, berikut dengan kendala dan solusinya. Meski itu baru kali pertama aku nulis, aku maen pede aja. Tapi siapa sangka, aku malah jadi juara satu. (Whihihi..aku berhasil menyihir juri ni.)

Berikutnya, masih ON dengan bahasan begituan, aku buat karya tulis untuk lomba karya tulis beswan Djarum. Temanya ‘ke-indonesiaan’ dengan sub topic ‘keunggulan dan penguasaan teknologi’. Kupilih judul “Satu Blog Satu Siswa: Optimalisasi Peran Internet sebagai Media Informasi di Sekolah”. Meski ga masuk sampai tingkat final, setidaknya lumayan bisa tembus 10 besar di tingkat regional. Ini suatu kebanggaan banget, secara lawannya adalah 100 beswan pinter di Jawa Tengah.

Nah sekarang, aku makin tergila-gila dengan ‘TIK feat education’ (setidaknya aku selalu menyebutnya begitu). Di akhir Desember akan ada lomba pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Salah satu syaratnya adalah buat karya tulis. Dan judul yang akan kuangkat masih berkisar tentang Blog sebagai sumber dan media informasi di sekolah. Yup,ini implementasi adopsi TIK juga. Kali ini ku tak lagi berharap menang dan kalah. Aku hanya ingin, ide gila ku didenger, dilihat dan akhirnya dipikirkan orang untuk kemudian diimplementasikan. Hummm….that’s really good. Doakan saja yak…thanks

Label: ,

posted by nissa dwi at 23:32 | Permalink | 0 comments
Jumat, 28 November 2008
d'spirit of MDP Djarum

Meski aku ga berperan sebagai peserta di acara MDP Beswan Djarum 08/09, tapi aku sangat bangga jadi bagian yang terlibat langsung di acara tersebut. Hanya satu langkah untuk mengeset pikiranku, dan aku bisa lalui 7 hari dengan sempurna dan mendapat banyak inspirasi baik dari para narasumber yang hadir, para beswan baru, panitia, bahkan dari para pendukung kegiatan seperti petugas PMI dan pelatih.

Dari narasumber, two tumbs up untuk seorang Ramaditya. Seorang tunanetra bergaya narsis yang bener-bener menginspirasi-ku, bahwa kita memang patut berbangga dengan smua yang kita miliki. Lagu yang pantes untuk dia adalah “The power of Dream”nya Celine Dion. Dia bermimpi untuk bisa hidup dan bertahan untuk mensejajarkan diri dengan orang berpenglihatan yang lain, dan dia melakukannya berkat kekuatan mimpi tersebut.

Dari Garin Nugroho, Cuma satu kata yang kuingat, “Novelty”, membuatku melihat sisi kedewasaan dalam setiap titik kehidupan. Salut dengan karya nya yang abstrak tapi mengena. Keren!!

dari para beswan baru, Cuma semangat yang bisa aku tiru dari kalian. Ketidakmungkinan yang sempat dilontarkan Ari Tulang tidak terbukti. Kalian mematahkannya dengan penampilan menakjubkan di malam itu. Senang bisa melihat kalian begitu bersemangat menampilkan karya terbaik dari diri kalian.

Dari panitia, apa yang bisa kuucapkan slain kata terima kasih untuk inspirasi tentang ketahanan mental kalian menghadapi beswan yang kadang manja, atau omelan dari Pembina kita? Hhe…kalian keren!!

Dari seorang petugas PMI, yang sempet kuajak ngobrol. Beliau berpesan, “lakukan sesuatu dari hati”. Hummm..cukup menegur bagiku. Untuk beberapa hari yang sudah membuatku agak under-pressure.

Dari para pelatih, trims untuk kepercayaan yang diberikan pada para beswan. U do d’ best!!

Dari Djarum?? No matter what tentang kata orang perihal merokok. Keep shining untuk berbakti kepada Indonesia. Semoga kami bisa menirunya, terlepas dari kewajiban,dan dengan kemampuan dan tanggung jawab kami.



preparation @ d backstage


Semoga spirit yang tercipta di MDP ini, bisa membuat kita jadi lebih mengerti setiap perasaan yang bernada novelty, seperti kata Garin Nugroho : persahabatan, persaudaraan,perasaan terharu, kegembiraan dan tangisan.

Label: ,

posted by nissa dwi at 21:12 | Permalink | 0 comments
behind d'scene of MDP Djarum


panitia tereak" abis acara selesei

Kali ini, ceritanya mengalir dari para panitia yang mengurus acara MDP. Sudah sejak tanggal 20Nov, 30 beswan berkumpul untuk mempersiapkan acara tersebut. Mereka gabungan alumni beswan dari Jakarta, Surabaya, bandung, Medan, Pontianak, dll. jadi, tepat seminggu kami mengurus kegiatan. Awalnya sudah merasa pusing melihat rundown acara yang begitu detail. Toh, setelah dilewati ternyata tak sesulit yang dibayangkan.

Jam tidur kami tak jarang untuk lebih dari 3 jam. Itu pun ku yakin ga ada yang tidur nyenyak lantaran tugas esoknya masih menanti. Ga heran kalo muka mereka kusut, seperti panda yang bergaya Gotik. (tau maksudnya kan??). dan setiap ada waktu luang meski beberapa menit, mereka pastikan untuk tertidur sejenak dimanapun. Entah itu depan pintu ruang di hall PRPP, kursi, bis atau bahkan di belakang panggung. Bagi kami, semenit terasa begitu berarti.

Sibuk…sibuk..dan sibuk. Cuma itu yang kami alami selama seminggu. Sepertinya ga terlalu terlihat kegiatan lain selain mengurus acara tersebut. Bahkan salah seorang panitia, sempet dimarahi pacarnya gara-gara tak pernah bales sms. Duw, segitunya…!!!! Beruntung aku ga seperti dia.

Banyak cerita unik dari para panitia selama MDP ini. ada yang dimarahi bule karena kita bikin keributan di lobby (korban utama adalah aku). Juga ada yang kena semprot Ari Tulang gara-gara dikira sok ngatur dan dianggap ganggu para beswan latihan. Bahkan ada yang seneng sempet foto-foto ama Cangcuter dan Andra n’ the BackBone yang waktu itu menginap satu hotel.

Satu yang pasti, menahan amarah!! Melihat beswan yang kadang terlihat lelet, manja dan banyak maunya, membuat kami untuk berusaha tampil semanis mungkin di depan mereka. Toh kita punya batas, apalagi kami sudah merasa terlalu lelah untuk menghadapi hal-hal sekecil itu. Ga jarang juga akhirnya, para beswan kena semprot kami. Whehehe..maafkan kami!!!

Seminggu bersama, ga mungkin kulupa. Inilah implementasi Outbond cikole yang paling nyata. Bener-bener butuh kerja sama, semangat,ketabahan, dan tanggung jawab. Semoga semua ini jadi tonggak awal kerja sama kita. Kali aja taon-taon depan kita buat EO. Menggantikan Payu sebagai EO di event MDP Djarum berikutnya. Amin!!!

Label: ,

posted by nissa dwi at 21:01 | Permalink | 0 comments
Mas Rama, orang paling keren di dunia (versiku)

Aku hanya bisa menangis terharu, ngliat sesosok manusia yang terlihat begitu narsis dan PD dengan segala kekurangannya. Dia seorang tuna netra, ga pernah ngliat indahnya dunia. Tapi itu semua tak bisa menghalanginya untuk berkarya, menjadi seorang sound engineer di sebuah perusahaan Game Online.

Siapa sangka, kalo backsound megah di game-game ternama seperti Mario Bross yang membuat adalah seorang tunanetra? Dan itu semua digarapnya seorang diri, hanya dengan bermodal seruling dan laptop. Dialah Ramaditya, seorang tunanetra, blogger dan juga sound engineer.


mas rama with temen kecilnya

Kulihat beberapa beswan sempet menangis ketika melihatnya unjuk gigi dalam proses sounding menggarap backsound game Mario Bross. Apalagi waktu dia menunjukkan gambar 5 bidadari yang mengekspersikan perasaan dirinya, berikut dengan alunan suara sesuai dengan ekspresi perasaannya. Bayangkan, sebuah titik warna terang pun tak pernah dilihatnya, tapi dia mampu untuk menciptakan gambar bidadari yang tertuang dari imajinasinya. Bahkan, dengan yakin dia sempat menunjukkan sumber cahaya (lampu) di ruangan ketika itu. Dan dia menebaknya dengan tepat. Hummm…salut!!!

Aku tak tau mau bercerita apa lagi tentang dia. Yang jelas, aku sangat setuju dengan penuturan Andy F. Noya pada waktu itu, bahwa “kodrat penciptaan manusia itu luar biasa”. Karena jelas-jelas aku melihat semua itu pada diri seorang Ramaditya.

Ada yang mau tau lebih jelas tentang dia? Silahkan kunjungi blognya di Ramaditya. Semoga kita dapat pencerahan darinya.

Label:

posted by nissa dwi at 20:56 | Permalink | 0 comments